Jumat, 08 Februari 2013

Realita yang tidak real ( ̄ー ̄) (T▽T) ƪ(‾ε‾“)ʃ

Tak tampak dan tak dapat kupahami apa maksud perlakuanmu padaku.
Analisis dari orang-orang yang ada di sekitarku pun masih 50 : 50.
Begitu banyak yang tak aku ketahui tentangmu, padahal kurang dekat apalagi kita berdua.
Seakan-akan kau memberi harapan, tapi tak memberi harapan.
Aku bingung. Mau marah pun tak sanggup. Mau menangis pun bodoh rasanya.

Gini.
Kita teman, dan kau katakan padaku jangan sampai aku jatuh cinta.
Aku paham dan aku berusaha keras melawan hati.
Meski pada akhirnya, aku yang kosong pun akan bermain dengan perasaan.
Teman? Apa harus seperti itu?
Lebih dari teman? Apa juga harus seperti itu?

Aku tak paham. Dengan jelas kau katakan kau sayang padaku hanya sebagai teman. Tapi itu berbanding terbalik dengan perlakuanmu.
Kenapa kau buat aku tak sebebas teman-temanku yang lain? 
Yang bisa bercanda di depanmu, yang bisa jalan berdua denganmu, biarpun mereka melihat.
Toh, kita tidak ada apa-apa kan?
Tapi kenapa tidak bisa bebas?
Aku tersiksa.
Di belakang mereka malah kita yang bermain walau itu hanya dari telepon genggam yang aku dengar deringnya setiap aku terima telepon dan sms darimu.

Jadi, apa itu namanya teman?


Aku juga mau bebas seperti yang lain. Bebas melihatmu, berbicara denganmu, pergi denganmu, karena kau teman dekatku.
Walau aku tau, entah apa yang sekarang orang pikirkan tentang kita. Kita pacaran. Kita saling suka. Kau suka aku. Aku suka kau. Bahkan ada yang bilang kita mendustai takdir.
Tapi nyatanya kita teman. TEMAN!
Dan kenapa malah kita menghindari berita yang tidak benar? Cukup jalani dan buktikan kebenaran kan? Bukan kita harus semakin jauh di depan mereka...

Kau sering tanyakan aku sedang apa, dimana, mau kemana.
Kau selalu mengiyakan apa yang kuminta, walau terkadang kau menolak dengan halus jika kau tak sanggup.
Kau juga terkadang bercerita tentangmu, walau tak semua hal kau ceritakan.
Dan yang jelas, tak ada satu haripun lewat tanpa komunikasi kita berdua via sms atau telepon.

Satu sms mu yang masih kuingat :
"Aku ntar cari pacar, Nisa juga cari pacar. Terus, kita tukaran. Aku jalan ama Nisa, pacar Nisa jalan sama pacarku :D"

Becanda atau tidak, itu urusanmu! Yang jelas aku butuh kejelasan. 

Analisis dari tiap orang yang kutumpahkan keluh kesahku pada mereka :

1. Dia nyaman samamu
2. Dia tak mau orang tahu kalau kalian dekat
3. Dia memang cuek di depan, tapi care di belakang
4. Aku salah satu orang spesialnya
5. Aku jadi cadangannya
6. Dia sayang padaku tapi susah tuk bilangnya
7. Dia gak mau kehilangan aku, walau dia punya pacar nanti
8. Tatapan dia ke aku berbeda, tapi sosoknya yang tertutup membuat susah dikira
9. Kata-kata sayang yang dia sampaikan itu hanya lelucon
10. Banyak perempuan di dekatnya, terkadang dia suka mempermainkan hati perempuan

Jadi kesimpulan apa yang bisa aku ambil atau semua sikapmu padaku? Teman? Sahabat? Orang yang menyukaiku? Atau orang yang sekedar kagum padaku?

Realita yang tak terpampang nyata. 

0 komentar:

Posting Komentar

 
;