Selasa, 19 Maret 2013 0 komentar

So Far Away (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)‎

Dan yang satu ini, udah lama dibuat ternyata belum dipublish gara-gara videonya nggak bisa di upload... Eh jadi malah kelupaan -_- Jadi sedih lagi kalau ingat postingan ini :(

"... Dan, walau aku tak bisa dikatakan terlalu dekat denganmu, tapi setidaknya 12 tahun kita tinggal dan hidup di tempat yang sama. Setiap hari kita bertatap muka, bercanda tawa. Kau ajarkan kami yang tak kami tahu, kau ibarat kakak yang selama ini aku tak punya, tapi kau juga bisa sebagai teman. Kenyataan yang kutahu setahun terakhir ini membuatku meneteskan air mata tiap aku mengingatmu yang telah tiada. Jauh... Hidupmu tak sebahagia keceriaan yang selalu kau tampakkan... Selamat jalan kak, hidupmu akan lebih indah bila kau berada di sisi-Nya.. Aku yakin, jalanmu terang disana..."

Aku menikmati lagu ini di pagi yang penuh tetesan hujan yang turun bersamaan air mataku yang juga mengalir mengingatnya...
Setidaknya lagu ini mewakili cerita yang ada...



Never feared for anything
Never shamed but never free
A laugh that healed the broken heart
With all that it could

Lived a life so endlessly
Saw beyond what others see
I tried to heal your broken heart
With all that I could
 

Will you stay?
Will you stay away forever?

How do I live without the ones I love?
Time still turns the pages of the book it’s burned
Place and time always on my mind
I have so much to say but you’re so far away

Plans of what our futures hold
Foolish lies of growing old
It seems we’re so invincible
The truth is so cold

A final song, a last request
A perfect chapter laid to rest
Now and then I try to find
A place in my mind
 

Where you can stay
You can stay away forever

How do I live without the ones I love?
Time still turns the pages of the book it’s burned
Place and time always on my mind
I have so much to say but you’re so far away

Sleep tight I’m not afraid (not afraid)
The ones that we love are here with me
Lay away a place for me (place for me)
‘Cause as soon as I’m done I’ll be on my way
To live eternally

How do I live without the ones I love?
Time still turns the pages of the book it’s burned
Place and time always on my mind
And the light you left remains but it’s so hard to stay
When I have so much to say and you’re so far away

I love you, you were ready, the pain is strong and urges rise
But I’ll see you when He let’s me
Your pain is gone, your hands untied

So far away
And I need you to know
So far away
And I need you to, need you to know


Selamat jalan kak Isna Dewi Tanjung S,Pd... (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)‎
0 komentar

MILAD IMM Ke-49 (∩_∩)

Sebenarnya ini ditulis pas tanggal Miladnya, tapi baru bisa dipublish sekarang, hehe...

Bersamanya aku tahu apa makna kebersamaan.
Bersamanya aku tahu apa arti tanggung jawab.
Bersamanya aku tahu menempatkan diri walau terkadang aku masih tak pintar.
Bersamanya aku tahu rasanya turun ke kehidupan sosial.
Bersamanya aku tahu banyak hal yang tidak aku tahu.
Bersamanya aku tahu rasa naik turunnya kehidupan.
Bersamanya aku tahu manajemen waktu, materi dan rasa.
Bersamanya aku tahu rasanya bergabung dengan orang-orang hebat.

2,5 tahun bersamanya aku meraih banyak hal.
Dan mungkin tak terbalaskan dengan hal-hal kecil yang masih ku perbuat.
Tapi aku yakin, dari hal kecil yang dituai oleh setiap diri kami, kau akan besar dan tak terkalahkan.
Walau hal kecil itu masih saja terkadang kalah dengan kerikil kecil yang lebih banyak jumlahnya.
Yang masih menghalangi tiap gerakan.

Selamat MILAD KE-49 IMM ku.


ANR, 14 Maret 2013
Jumat, 01 Maret 2013 0 komentar

Rasa Ini (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)‎

Aku bagai buih ombak di lautan, yang dimain-mainkan gelombang.
Aku bagai kapas, yang beterbangan diterpa angin.
Aku bagai daun kering, yang jatuh berguguran ke tanah.
Aku bagai siang yang gelap, tanpa matahari.
Aku bagai malam yang menakutkan, tanpa sang bulan.
Aku bagai tubuh, tak ada daya tanpa rangka.
Aku bagai rumah tanpa pondasi, yang tak akan pernah berdiri sebagus apapun atapnya.

Itulah aku.
Saat ini, saat kau mengangkatku naik hingga lapisan langit ketujuh. Dan layaknya bermain bungee jump tanpa tali pengaman, kau terjunkan ku ke bumi hingga lapisan keraknya.
Setiap hari.
Dan saat ini, itulah aku.
Lemah, tak ada daya.
Aku mati.
Mati rasa.
Rasa cinta hilang dan tumbuh rasa benci yang sangat mengakar.
Tapi akar itu hanya akar serabut, yang sangat mudah kau mencabutnya.

Di relung hati terdalam pun aku sebenarnya tak ingin akar serabut itu berubah menjadi akar tunggang. Karena sesungguhnya perasaan ini bak amoeba yang telah membelah diri menjadi jutaan. Dan untuk membunuhnya kau harus mengeluarkan energi yang banyak dan waktu yang lama.
Itu menurutku.

Sepertinya aku akan menjadi patung lilin. Yang terlihat kuat namun tetap bisa mencair saat kau membakarnya dengan perlakuanmu itu.

Itulah aku. Saat ini.
 
;