Jumat, 01 Maret 2013

Rasa Ini (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)‎

Aku bagai buih ombak di lautan, yang dimain-mainkan gelombang.
Aku bagai kapas, yang beterbangan diterpa angin.
Aku bagai daun kering, yang jatuh berguguran ke tanah.
Aku bagai siang yang gelap, tanpa matahari.
Aku bagai malam yang menakutkan, tanpa sang bulan.
Aku bagai tubuh, tak ada daya tanpa rangka.
Aku bagai rumah tanpa pondasi, yang tak akan pernah berdiri sebagus apapun atapnya.

Itulah aku.
Saat ini, saat kau mengangkatku naik hingga lapisan langit ketujuh. Dan layaknya bermain bungee jump tanpa tali pengaman, kau terjunkan ku ke bumi hingga lapisan keraknya.
Setiap hari.
Dan saat ini, itulah aku.
Lemah, tak ada daya.
Aku mati.
Mati rasa.
Rasa cinta hilang dan tumbuh rasa benci yang sangat mengakar.
Tapi akar itu hanya akar serabut, yang sangat mudah kau mencabutnya.

Di relung hati terdalam pun aku sebenarnya tak ingin akar serabut itu berubah menjadi akar tunggang. Karena sesungguhnya perasaan ini bak amoeba yang telah membelah diri menjadi jutaan. Dan untuk membunuhnya kau harus mengeluarkan energi yang banyak dan waktu yang lama.
Itu menurutku.

Sepertinya aku akan menjadi patung lilin. Yang terlihat kuat namun tetap bisa mencair saat kau membakarnya dengan perlakuanmu itu.

Itulah aku. Saat ini.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;