Senin, 01 April 2013

Surat Untuk Ibu (∩_∩)

Yeep akhirnya aku publish surat untuk ibu yang berhasil juga dibukukan di "111 Surat Untuk Ibu" di acara IMMSAC PK IMM FKIP UMSU 2013. Isinya sih curhat semua, hahaha XD tapi itung2 bisa jadi tambahan pengalaman hidup buat kalian readers :)
Let's read...

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Untukmu, Mamaku tersayang…
            Ma, kuharap hari ini engkau baik-baik saja. Seperti tiap harinya kau menunjukkan raut tenangmu. Walau sebenarnya aku tahu kau lelah, penuh masalah, namun kau tak pernah berkeluh kesah.
            Lewat surat ini aku ingin bercerita semuanya, Ma. Cerita yang tak pernah bisa aku ungkapkan langsung kepadamu.
            Ma, aku yang sekarang sudah 20 tahun. Masih berada di bangku kuliah, meniti jalanku menuju masa depan. Selama itu kita hidup bersama, walau tak semua hal pernah kuceritakan kepadamu. Dan belakangan ini, aku merasa kita jauh. Dengan kesibukanku yang tiada henti, terkadang aku meninggalkanmu sendiri tanpa bisa membantumu mengerjakan pekerjaan di rumah kita.
            Maaf Ma, aku tahu kadang kau kesal. Pastinya kau marah ketika aku terlalu larut untuk kembali ke rumah karena masih ada tanggung jawab organisasi yang harus aku kerjakan diluar sana. Aku tahu kau selalu melarangku mengikuti kegiatan diluar pelajaranku yang selalu membuatku sibuk hingga terkadang aku hanya punya sedikit waktu di rumah.
            Tapi Ma, ini pilihanku sejak awal. Aku merasa banyak pelajaran yang kudapatkan atas hidup yang kujalani ini. Kau selalu bandingkan aku dengan yang lain. Kau katakan bahwa teman rumahku itu selalu punya waktu di rumah selepas ia kuliah, sedang aku tak begitu. Kau katakan bahwa tak ada gunanya aku mengikuti itu semua, sedang aku merasa tak begitu. Kau katakan aku hanya menjadi suruhan mereka melakukan ini itu, sedang aku juga merasa tak begitu.
            Ma, terkadang aku juga merasa sedih. Mungkin kau mengharapkan aku seperti anak-anak yang lain itu. Tapi Ma, kau akan tahu kuatnya anakmu ini seperti apa nantinya. Aku pasti bisa lebih sukses dari mereka, Ma. Aku selalu berikan prestasi yang terbaik sejak dulu. Ini kubuktikan karena aku sayang padamu. Aku anak pertama, Ma. Dan tak ada lelaki diantara kami. Aku harus jadi anak yang kuat. Yang bisa jadi contoh bagi adik-adikku yang lain. Maaf Ma, mungkin terkadang itu semua masih salah di matamu. Mungkin yang kau mau, aku tiap harinya di rumah, tanpa ada kegiatan apapun diluar sana. Tapi maaf Ma, aku masih ingin belajar. Aku masih ingin mengetahui pahit manisnya hidup ini selagi aku masih bisa, Ma.
            Belakangan ini aku lemah, Ma. Tak sekuat yang dulu. Terkadang sibuknya aku memikirkan orang lain, membuatku lupa akan aku sendiri. Aku sering sakit. Lupanya aku menjaga kesehatanku, hingga beberapa tanggung jawabku pun kulewatkan. Dan, terima kasih Ma. Kau masih memperhatikanku saat sakitku. Walau aku tiap harinya buat kau kesal, tapi aku tahu, Mama pasti tak pernah tak sayang dengan anaknya. Walau terkadang aku terkesan tak mendengar perkataanmu, tapi sejujurnya aku mendengarkan itu semua, Ma. Dan aku berusaha menjadi anakmu yang terbaik yang kau harapkan.
            Seperti hari ini, Ma. Aku tetap membantumu menjalankan semua tugasku di rumah ini. Dan selepasnya, aku akan menjalankan kehidupanku di luar. Setiap harinya akan seperti ini, Ma. Tak akan kusia-siakan waktuku ketika aku dirumah bersamamu. Hingga akhirnya kesal tak lagi muncul di wajahmu, tapi aku akan jadi anak kebanggaan yang engkau miliki. Aku janji, Ma…
            Oh ya Ma, maaf kalau tak semua kejadian dan masalah yang ada padaku terkadang tak kuceritakan padamu. Mungkin untuk hal-hal diluar sana, aku hanya bercerita pada teman-teman sebayaku, Ma. Aku hanya tak ingin menambahi beban pikiranmu. Selama aku sanggup, aku akan menyelesaikan semua masalahku sendiri, agar aku semakin dewasa nantinya.
            Sekali lagi Ma, aku ingin mengatakannya pada Mama : “Aku sayang Mama dan aku janji akan buat Mamaku bahagia…”
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Dari anakmu, Aridha Nisyah Ritonga.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;